Setiap Satu Jam, Satu Pemuda Terjangkit AIDS

Kompas.com - 01/12/2008, 14:14 WIB

JAKARTA, SENIN — Setiap satu jam, seorang pemuda di Indonesia terjangkit HIV. Demikian menurut data Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN). Sementara itu, berdasarkan data Departemen Kesehatan RI, hingga September 2008 tercatat 21.151 orang Indonesia telah terinfeksi HIV, 15.136 orang berada dalam fase AIDS, sebanyak 54,3 persen di antaranya adalah kaum muda usia 15-29 tahun.

"Persentase kaum muda dengan HIV/AIDS itu mengingatkan kita untuk segera bertindak guna menyelamatkan generasi penerus kita. Namun, bukan berarti kampanye kondom di kampus itu untuk melegalkan hubungan seks di luar nikah, intinya memberi informasi yang benar kepada generasi muda terhadap perilaku seksual beresiko," ujar Ketua KPAN Aburizal Bakrie seusai membuka Konferensi Kondom di JW Marriot, Jakarta, Senin (1/12).

Menurut Sekretaris KPAN Nafsiah Mboi, penularan virus HIV melalui hubungan seksual beresiko di Indonesia cukup tinggi, yakni sekitar 50,2 persen.

Ia juga menjelaskan tiga langkah pencegahan infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV dan pencegahan kehamilan yang tidak direncanakan. Ketiga langkah itu dikenal dengan A,B,C, yakni absyinence dengan berpantang melakukan hubungan seks sebelum menikah, be faithful dengan saling setia kepada pasangan, dan condom yang digunakan pada setiap hubungan seksual yang beresiko kehamilan tak direncanakan. "Penggunaan kondom ini yang paling perlu disosialisasikan. Ini tak hanya sekadar angka, tetapi juga fakta di lapangan bisa lebih lagi," ujarnya.

Sementara itu, menurut Country Director DKT Indonesia Todd Calahan, di Indonesia hubungan seksual di luar nikah itu sudah fakta di lapangan. "Melihat fakta tersebut, penggunaan kondom seharusnya digalakkan lagi, mengingat peredaran kondom di Indonesia hanya sekitar 100 juta dalam setahun, angka ini termasuk rendah. Tingkat penggunaan kondom yang relatif rendah ini karena lingkungan sosial yang masih belum sepenuhnya mendukung penggunaan kondom," kata Todd.

Sementara itu, gabungan tujuh perusahaan besar dalam Indonesian Business Coalition on AIDS (IBCA) telah melakukan beberapa upaya sosialisasi, seperti memasukkan isu AIDS dalam kurikulum di 10 SMP dan 10 SMU di Surabaya. "Kami juga sosialisasikan bagaimana pendidikan seks yang sehat pada usia remaja. Maka bentuk informasinya juga yang mengena untuk seusia mereka," ujar Shinta Widjaya Kamdani dari IBCA.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau